Langkah-langkah Transaksi Dalam Bisnis Property

Bisnis property memang menjadi bisnis yang memiliki prokpek bagus, tapi menjalankan bisnis ini juga tidaklah mudah. Dalam menguleti bidang ini diperlukan ekuletan dan kemauan untuk bekerja keras.

Kadang orang-orang berpikir “enak ya” atau “dapat penghasilan banyak ya” pada orang yang berhasil menjalankan bisnis property. Tapi sebenarnya dibalik itu semua ada kerja keras yang dilakukan untuk bisa mencapai dan berhasil melakukan transaksi.

Proses transaksi dalam bidang property ini tidak langsung selesai, tapi banyak langkah yang harus dilakukan dari awal sampai selesai.

bisnis property

Proses Dalam Transaksi Property

Berikut adalah gambaran umum tentang urutan transaksi dalam bisnis property, memang tidak selalu sama tapi hanyalah gambaran secara garis besarnya saja.

  1. Iklan
    Penjual menawarkan rumahnya (baik melalui iklan atau banner yang dipasang di depan rumah).
  2. Muncul calon pembeli
    Calon pembeli tertarik dan menghubungi pemilik rumah.
  3. Terjadinya komunikasi dengan calon pembeli
    Calon pembeli menanyakan detail dari rumah tersebut.
  4. Survey lokasi
    Jika calon pembeli tertarik, maka calon pembeli akan meminta untuk melihat rumahnya secara langsung.Saat melihat rumah, biasanya calon pembeli akan memberikan tawaran harga yang dikehendaki (jika tertarik dengan rumah yang akan dijual), namun jika tidak memberikan tawaran apapun maka kemungkinan calon pembeli tidak terlalu tertarik dengan rumah yang dilihatnya.
  5. Tawar menawar
    Proses penawaran biasanya akan terjadi beberapa kali karena perbedaan antara harga yang dikehendaki antara penjual dan pembeli, jadi perlu waktu agar menemukan harga yang disepakati oleh kedua belah pihak.
  6. Perjanjian jual beli
    Jika memang sudah setuju dengan harga yang diberikan, maka berikutnya adalah membuat perjanjian antara pembeli dan penjual. Jika ada pihak ketiga (agen) yang terlibat maka perjanjian biasanya dilakukan di kantor agen yang bersangkutan terlebih dulu.
  7. Uang tanda jadi
    Setelah itu diperlukan UTJ (Uang Tanda Jadi) dari pihak pembeli sebagai pengikatan antara pembeli dan penjual.
  8. Proses ke notaris
    Setelah itu barulah kedua pihak memproses lebih lanjut dengan bantuan notaris (jika pembeli berniat untuk membayar dengan KPR maka notaris harus menggunakan jasa notaris yang disetujui oleh bank yang bersangkutan.
  9. Kelengkapan surat dan dokumen
    Di notaris kedua pihak akan diminta untuk mengumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses transaksi, dokumen yang diminta kepada penjual dan pembeli berbeda misalnya seperti sertifikat rumah, kartu keluarga, surat nikah, dan sebagainya.
  10. Checking sertifikat
    Sertifikat rumah akan dilakukan checking oleh pihak notaris untuk memastikan kalau sertifikat rumah tersebut tidak bermasalah.
  11. Proses akte jual beli
    Jika dokumen sudah lengkap, selanjutnya adalah proses AJB (Akte Jual Beli) yaitu langkah terakhir yang dilakukan sebelum pembeli melunasi semua kekurangan biaya (pajak, harga rumah, dll).
  12. Ketentuan saat akte jual beli
    Saat proses transaksi Akte Jual Beli berlangsung semua pembayaran rumah sudah harus dilunasi oleh pembeli untuk bisa diproses lebih lanjut.
  13. Penyelesaian transaksi
    Jika Akte Jual Beli sudah telah selesai dan sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak di hadapan notaris, maka transaksi property antara penjual dan pembeli sudah berakhir, Hak kepemilikan rumah akan diproses notaris untuk dialihkan ke nama pembeli.

Melakukan transaksi diatas memang terlihat singkat jika dibaca dan tidak memerlukan waktu yang lama. Tapi pada kenyataanya untuk dapat menyelesaikan sebuah transaksi memerlukan waktu yang lama, bahkan bisa sampai berbulan-bulan. Terutama jika pembeli menggunakan fasilitas KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) karena harus menunggu keputusan dari bank terlebih dulu apakah kredit dari pembeli diterima atau tidak baru bisa menentukan akan diproses di notaris mana.

Juga jangan lupa untuk memastikan semua dokumen-dokumen dan sertifikat dari pihak penjual dan pembeli sudah lengkap selama tenggang waktu tersebut. Karena ketidak lengkapan surat atau dokumen dapat memperlama proses transaksi property. Tentunya penjual dan pembeli ingin transaksi selesai secepat mungkin.

Sering juga penjual atau pembeli melakukan transaksi dengan perantara agen property, hal ini berarti agen tersebut yang bertanggung jawab atas kelengkapan sura dan dokumen (pembeli atau penjual, bahkan dua-duanya).

Kebanyakan transaksi memiliki urutan seperti diatas, mungkin ada beberapa transaksi khusus yang memiliki prosedur yang berbeda, tapi paling tidak dalam artikel ini dijelaskan mengenai gambaran besar mengenai transaksi property.

Incoming search terms:

  • langkah transaksi bisnis
  • langkah langkah transaksi
  • langkah dalam proses transaksi bisnis

Leave a Reply

error: Content is protected !!