Cara Sukses Menjalankan Bisnis Property

Bisnis property merupakan bisnis dengan peluang yang sangat besar dan berspropek tinggi kedepannya. Tapi bisnis ini memerlukan keuletan dan kerajinan dalam menjalankannya agar dapat sukses.

Namun berita baiknya untuk menjalankan bisnis property tidak memerlukan modal yang besar. Kamu yang tertarik dengan bisnis ini bisa memulainya dari 0.

Pelaku Bisnis Property

Berikut ini merupakan pihak-pihak yang berperan dalam bisnis property.

  1. Developer
    Developer property adalah badan perusahaan atau perorangan yang bergerak dalam bidang property sebagai pengembang, bangunan berupa perumanan, pergudangan, maupun apartement. Developer juga memasarkan dan bekerjasama dengan para agen property untuk memasarkan produknya.
  2. Agen property
    Agen property adalah pihak yang membantu para developer atau penjual rumah dalam memasarkan produk (rumah,gudang,ruko) mereka dan mencari calon pembeli. Ada 2 jenis agen property
    Agen independen : Yaitu agen yang bergerak secara perorangan dan tidak memiliki kantor.
    Agen profesional : Agen yang berada dibawah naungan kantor (kebanyakan kantor bekerja sama dengan AREBI). Agen ini memiliki basis operational dan menyediakan tempat untuk dealing, tanda tangan, dan sebagainya.
    Memang setiap agen memiliki keuntungan masing-masing, misalnya saja pembagian komisi (success fee) dimana agen independen langsung menerima semua success fee sedangkan agen profesional harus membayarkan jasa kantor dan membagi success fee mereka, tapi agen profesional juga diuntungkan karena untuk proses transaksi menjadi lebih aman karena ada tanggung jawab yang dipegang oleh kantor jika misalnya ada terjadi sesuatu dan untuk memberi keamanan kepada calon pembeli dan penjual..
  3. Penjual 
    Penjual adalah pihak yang ingin menjual rumahnya tanpa ada kaitan dengan developer. Biasa harga rumah ditentukan sendiri oleh pihak penjual, penjual memiliki kuasa penuh untuk mengubah harga rumah sesuai dengan keinginannya.
  4. Pembeli
    Pihak yang banyak dicari oleh agen amupun developer, jika objek transaksi adalah rumah secondary (rumah milik pribadi) maka biasanya proses tawar menawar akan lebih panjang.

4 Pihak tersebut merupakan pihak yang memegang peranan penting dalam dunia property.

CARA SUKSESBISNIS PROPERTY

Cara Menjalankan Bisnis Property

  1. Belajarlah dari 0
    Segala hal dasar mengenai property perlu dipelajari, karena semua penting dalam melakukan transaksi dan usaha bisnis property.
  2. Lingkungan yang mendukung
    Jika lingkungan sekitar merupakan pelaku bisnis property maka akan semakin baik, karena kamu bisa belajar dengan ngobrol dengan mereka. Atau bisa juga bergabung dengan agen property agar mendapatkan banyak pengetahuan tentang property.
  3. Lihat iklan
    Rajinlah untuk melihat kolom iklan property yang ada di koran, karena banyak calon penjual yang memasang rumah yang ingin dijual disitu. Siapa tahu kamu memiliki calon pembeli yang sedang mencari rumah dengan spesifikasi tertentu dan melihat rumah yang cocok di iklan koran.
  4. Keliling untuk mencari rumah yang dijual
    Keliling bisa juga bermanfaat sebagai survey lokasi dan menlihat keadaan lingkungan sekitar agar bisa bercerita kepada calon pembeli mengenai kondisi rumah nantinya. Calon pembeli akan lebih senang jika informasi yang kamu berikan lebih lengkap dan detail.
  5. Kerjasama dengan penjual
    Selalu minta persetujuan dari penjual untuk membantu memasarkan property mereka. Akan lebih baik jika ada perjanjian tertulis (ekslusif) tapi jika tidak anda bisa menanyakan untuk hal-hal umun seperti luas tanah, luas bangunan dan harga property. Jangan lupa juga untuk menginformasikan kalau nanti akan ada fee (komisi) untuk agen sebesar sekian persen (persentase komisi tergantung dengan harga).
  6. Buatlah iklan online
    Jika memungkinkan buatlah websitu untuk mempromosikan rumah yang kamu jual. Website pribadi dapat meyakinkan calon pembeli yang tadinya ragu-ragu untuk bertransaksi. Tapi jangan lupa juga untuk selalu update informasi tentnag rumah yang kamu jual, jangan sampai kamu masih menjual rumah yang teryata sudah dibeli oleh orang lain.
  7. Jadikan agen lain partner, bukan saingan
    Anggaplah agen yang seprofesi denagn anda sebagai rekan kerja, karena kamu bisa saling berbagi listingan rumah dengan mereka, atau coba mendapatkan listingan rumah yang tidak kamu miliki untuk ditawarkan ke calon pembeli. Pembagian komisi akan dibicarakan setelah ada calon pembeli (bisa 70:30, 60:40 atau 50:50) tergantung dengan kesepakatan. Tapi biasanya agen yang bekerja di kantor yang termasuk dalam AREBI memiliki pembagian yang sama rata yaitu 50:50.

Leave a Reply

error: Content is protected !!